Al Qur’an adalah petunjuk bagi manusia dalam segala aspek kehidupan termasuk  dalam bidang ilmu pengetahuan/sains, termasuk penjelasan mengenai umur alam semestas. Salah ayatnya adalah ayat 54 Surah Al  A’raaf:54.

 

“Sesungguhnya Tuhankamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa,lalu Dia bersemyam di atas ’arrasy .Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula ) matahari, bulan,dan bintang-bintang (masing-masing ) tunduk kepada perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah itu hak Allah. Maha Suci Allah ,Tuhan semesta alam.” (QS Al  A’raaf :54)

Dalam surah Al ‘Araaf :  54 di atas menerangkan bahwa Allah menciptakan alam semesta dalam enam masa, selain surah Al ‘Araaf :54 dalam surah Yunus : 3, Hud : 7, Al Furqan : 59, As Sajdah : 4 ,dan Al Hadid :4 juga dijelaskan bahwa Allah menciptaan alam semesta dalam enam masa. Yang menjadi persoalan sekarang adalah lama  masa atau waktu yang dimaksud dalam surah Al ‘Araaf ; 54 ,Yunus : 3, Hud : 7, Al Furqan:59,  As Sajdah:4 dan Al Hadid :4  tersebut. Untuk menghitung  lama masa penciptaan alam semesta kita berdasarkan pada petunjuk yang diberikan Allah dalam Surah Yunus : 5.

“Dialah yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan ditetapkanNya mazilah-mazilah bagi perjalanannya, supaya kamu mengetahui bilangan tahun dan perhitungan……” (QS Yunus :5).

Dari ayat diatas dapat disimpulkan bahwa Allah menetapakan mazilah/orbit perjalanan matahari adan bulan agar manusia mengetahui bilangan tahun dan perhitungan. Dalam menghitung lama waktu penciptaan alam semesta kita akan menggunakan perjalanan matahari di orbit/mazilahnya dalam mengelilingi pusat galaksi kita yaitu galaksi Bima Sakti.  Perhitungannya adalah sebagai berikut:

 

v=kecepatan perjalanan/revolusi matahar- =240 km/s

l=panjang lintasan yang ditempuh matahari

t=waktu yang diperlukan matahari untuk melakukan satu kali revolusi

c=kecepatan cahaya

 =3.108 m/s

r=jarak matahari dari pusat galaksi

 =3.104 tahun cahaya

 =3.104tahun x  3.105 km/s

 

v=l/t

t=l/v ,karena lintasan revolusi matahari adalah linkaran dan rumus keliling lingkaran adalah l=2p r, maka:

t=2pr/v

 =(2 x 3,14 x 3.104tahun x  3.108 km/s )/ 240 km/s

 =2,3.108tahun

 Bila bulan satu period revolusinya disebut satu bulan ,maka satu period revolusi matahari dapat kita sebut satu bulan matahari, hal ini sesusui dengan firman Allah : “sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah diwaktu Dia menciptakan langit dan bumi, ….” (QS At Taubah :36).  Sehingga satu tahun matahari adalah 12x2,3.108 = 2,76.109 tahun. Dalam surah Al ‘Araaf ; 54 ,Yunus : 3, Hud : 7, Al Furqan:59, As Sajdah:4, dan Al Hadid :4  diatas dijelaskan bahwa Allah menciptakan Alam semesta dalam enam masa, Sehingga usia alam semesta  adalah:

T=6 x  2,76.109

=16,56.109 tahun

=1,656.1010 tahun

Jadi usia alam semesta adalah 1,656.1010 tahun tahun, untuk perbandingan berikut ini adalah hasil perhitungan usia alam semesta yang lain :

Perhitungan usia alam semesta dengan menggunakan tetapan Hubble

Diketahui :

H=tetapan Hubble

=50 sampai 100 km/s tiap 1 juta persek, 1 parsek=3,086.1013km

v =kecepatan gerak galaksi terjauh.

d=jarak galaksi terjauh.

Bila H=50 km/s tiap 1juta parsek

Dengan memasukan nilai H yang berkisar dari 50 sampai 100 km tiap 1 juta parsek kita akan memperoleh nilai usia alam semesta 9,87sampai 19,57 milyar tahun. 

Berikut ini hasil perhitungan beberapa ahli tentang usia alam semesta dengan menggunakan tetapan Hubble dan juga melalui pengamatan :

Dr. Wendy L. Freedman (Observatories of Carnegie Institute of Washington), dengan menggunakan Teleskop Ruang Angkasa Hubble (Hubble Space Teleskop - HST) untuk menentukan harga H , diperoleh  harga usia alam semesta adalah berkisar antara 12 milyar tahun (untuk alam semesta dengan kerapatan rendah) sampai 8 milyar tahun (untuk alam semesta dengan kerapatan tinggi). (sumber: http://www.as.itb.ac.id/~ferry/)

George Jacoby (Kitt Peak National Observatory) yang menggunakan planetary nebula sebagai penentu jarak,Meraka mendapatkan usia alam semesta 7 milyar tahun. Sementara Tim Harvard memperoleh usia alam semesta 9-14 milyar tahun. (sumber: http://www.as.itb.ac.id/~ferry/)

Michael Pierce (Indian University). Menurut Jeremiah Ostriker (Princeton University), Mereka mempelajari evolusi bintang dan pembentukan unsur-unsur yang lebih berat dari Helium dalam gugus-gugus bola, yaitu gugus-gugus bintang yang amat tua. Dengan demikian usia gugus-gugus bola itu dapat dihitung. Menurut mereka, usia bintang tertua yang terdapat di dalam gugus bola M92 berusia sekitar 16-19 milyar tahun. Bahkan diduga usia bintang-bintang yang terdapat di pusat gugus bola itu mungkin lebih tua lagi. (sumber: http://www.as.itb.ac.id/~ferry/)

Demikianlah perhitungan usia alam semesta melalui Al Qur’an ini semoga bermanfaat dan dapat menambah iman dan takwa kita kepada Allah. Allahu ‘alam.

(Sumber: http://alfalaq.tripod.com)


Fitur News