Dalam kehidupan sehari-hari, kadang-kadang kita merasa sangat optimis dan bersemangat melakukan sesuatu; atau merasa sangat membosankan; atau merasa sangat pintar; atau merasa sangat senang mempelajari pelajaran tertentu.

Kondisi-kondisi ini sebenarnya mudah diketahui ketika kita memahami konsep pikiran, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Pikiran manusia adalah satu kesatuan dengan tubuh dan jiwa manusia itu sendiri.

Kalau selama ini pemahaman kita mengenal bahwa bahasa dihasilkan di bagian kiri otak, mungkin dapat lebih disempurnakan bahwa tidak semua aktivitas berbahasa diproses di otak kiri. Akan tetapi, ada juga beberapa bentuk aktivitas berbahasa yang dihasilkan atau diproses di otak kanan. Selama ini kita berpikir bahwa aktivitas mendengarkan musik itu direspon oleh otak kanan. Akan tetapi, mungkin jarang berpikir bahwa mengapa mendengarkan lagu membuat otak kanan yang banyak bekerja. Salah satu jawabannya adalah karena lagu tersebut dinikmati oleh otak kanan dan tidak bertentangan dengan pemikiran di otak kiri. Hal ini tentu disebabkan oleh penggunaan kata-kata dalam lagu tersebut mudah dipahami dan dinikmati.

Para ilmuwan telah lama mengetahui bahwa ada pembatasan antara bagian dalam susunan otak manusia, yakni otak kanan dan otak kiri. Sisi kiri adalah belahan yang penting karena otak kirilah yang membuat manusia berbeda dengan makhluk lainnya di bumi ini. Belahan kanan bersifat tambahan. Belahan bagian kiri itu rasional, analitis, dan logis sedangkan belahan kanan bersifat diam, tidak linear, dan naluriah.

Otak merupakan benda yang menjadi pusat pengendali semua sistem dalam tubuh manusia, termasuk kemampuan berbahasa seseorang juga dikendalikan oleh otak. Sejumlah peneliti pernah mengalkulasi bahwa jika seluruh sel saraf manusia yang berjumlah sepuluh milyar dapat disambung menjadi satu, elektroda pengukur akan mencatat angka seperlima juta hingga seperlima puluh juta volt. Atas dasar itulah didapatkan informasi bahwa gelombang listrik pada otak manusia juga memiliki pembagian kategori dan fungsi yang berbeda-beda.

Selain berdasarkan otak kiri dan otak kanan, otak manusai juga dapat dibedakan berdasarkan aspek kesadaran. Aspek tersebut adalah beta, alpha, theta, dan delta. Kondisi beta adalah kondisi manusia sepenuhnya dalam keadaan sadar. Kondisi beta ini dapat dijumpai pada aktvitas sehari-hari seperti bekerja di kantor, di sawah, di kebun, dan lain-lain. Akan tetapi, jika seseorang sedang berdebat, kondisi otaknya dalam keadaan beta yang lebih tinggi. Dengan demikian, beta merupakan kondisi yang dilakukan dengan kesadaran penuh.

Kondisi alpha adalah kondisi yang sangat rileks atau sama seperti kita sedang berkhayal atau melamun. Kondisi inilah yang paling penting untuk menembus pikiran bawah sadar manusia. Kondisi alpha ini juga terjadi pada orang yang sedang berdoa, berzikir, melakukan refleksi atau meditasi, mengarang sebuah cerita, puisi, komposisi musik, dan berimajinasi.

Kondisi theta merupakan kondisi gelombang otak manusia mencapai 3,5 sampai 7 putaran per detik. Pada saat otak manusia dalam kondisi theta, pikiran pun menjadi kreatif dan inspiratif. Keadaan theta seperti ketika seseorang sedang bermimpi atau berkhayal. Pada kondisi theta ini, otak manusia berada jauh lebih rendah daripada kondisi alpha. Selanjutnya, kondisi delta adalah kondisi pada saat manusia sedang tidur. Kecepatan gelombang otak pada saat tidur hanya 0,5 sampai 3,5 putaran perdetik.

Manusia merupakan makhluk yang paling sempurna karena memiliki otak. Otaklah yang menjadi pusat kesadaran manusia yang memengaruhi segala aktivitas manusia. Jika salah satu bagian pada otak ada yang rusak, yakinlah bahwa ada sistem dalam tubuh manusia yang tidak dapat berfungsi dengan baik. Ada tiga jenis sistem yang bekerja sama di dalam otak menjalankan fungsi-fungsi organ dalam tubuh manusia. Pertama, conscious mind atau yang disebut dengan alam sadar. Ini bersifat logika dan analitis. Conscious mind berfungsi mencari alasan serta berurusan dengan memori sementara. Kedua, subconscious mind atau yang biasa dikenal dengan istilah alam bawah sadar. Alam bawah sadar tugasnya bertanggung jawab terhadap penyimpanan memori jangka panjang dan pengekspresian emosi. Kapasitas memori alam bawah sadar tidak terbatas. Ketiga, unconscious mind atau biasa dikenal dengan istilah alam tidak sadar. Sistem ini merupakan sistem yang mengontrol fungsi tubuh yang sama sekali berada di luar kendali kita, seperti: pernapasan, kekebalan tubuh, detak jantung, dan pencernaan lambung.

Ada beberapa prinsip operasi pikiran manusia yang perlu diketahui. Prinsip-prinsip tersebut adalah setiap ide akan memengaruhi kondisi fisik seseorang; imajinasi lebih kuat daripada logika atau kehendak; sesuatu yang sudah terekam tidak dapat dihapus; pikiran adalah sebuah magnet bagi diri sendiri; dan setiap sugesti yang diterima akan memudahkan sugesti berikutnya. Hal di atas menunjukkan bahwa aktivitas berbahasa manusia tidak dapat dilepas dari otak manusia.

Setiap ide akan memengaruhi kondisi fisik seseorang. Artinya, orang yang memiliki ide atau pikiran sehat akan membuat kondisi fisiknya menjadi lebih sehat. Imajinasi lebih kuat daripada logika atau kehendak. Buktinya, aktivitas membayangkan sesuatu lebih mudah daripada memikirkan sesuatu.  Sesuatu yang sudah terekam tidak dapat dihapus. Maksudnya, semua aktivitas yang kita kerjakan akan terekam dan tersimpan rapi di otak; dan dalam kondisi tertentu, rekaman tersebut akan muncul dari memori manusia. Pikiran adalah sebuah magnet bagi diri sendiri. Hal inilah sering disebut sugesti, artinya pikiran yang positif dapat memberikan motivasi yang positif pula. Setiap sugesti yang diterima akan memudahkan sugesti berikutnya. Maksudnya, setelah manusia sukses melakukan satu pekerjaan, pasti akan semakin termotivasi melakukan pekerjaan yang lebih sukses lagi.

Jadi, otak dan pikiran adalah sumber penggerak segala aktivitas manusia yang diterjemahkan melalui bahasa verbal (lisan) dan bahasa nonverbal (bahasa tubuh). Berpikir yang baik berarti kita telah berbahasa yang baik. Berpikir tentang sesuatu yang baik berarti kita telah memotivasi tubuh kita untuk mengerjakan sesuatu yang baik. Teruslah berpikir positif, sebab pikiran adalah sumber eksistensi manusia. Seperti ungkapan cogito ergo sum Rene Descartes yang artinya ‘aku berpikir maka aku ada’.

(Sumber: http://bahasa.kompasiana.com)

 


Fitur News