Tidak banyak bicara, namun tegas. Itulah sekilas sosok Kepala Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Bandarlampung Dr. Hi. Erjati Abas, M.Ag. yang berhasil menyelesaikan program doktornya di IAIN Raden Intan Lampung dengan nilai sangat memuaskan.

Otomatis, ia menjadi satu-satunya kepala madrasah di Lampung yang menyandang gelar doktor.

Erjati kemarin (21/4) mengikuti ujian terbuka dengan disertasi berjudul Hubungan Kepemimpinan Kepala Madrasah, Iklim Organisasi, Motivasi, dan Kompetensi Guru terhadap Kinerja Guru Madrasah Ibtidaiyah Negeri Se-Kota Bandarlampung.

Pria yang lahir di Kampung Karta, Kecamatan Tulangbawang Udik, Kabupaten Tulangbawang Barat, pada 1959 ini merupakan anak pertama dari lima bersaudara.

Lahir dari pasangan Hi. Ahmad Basyuni Gelar Ratu Abadi dan (almh.) Hj. Maslena, Erjati memulai pendidikan formal pada SDN di Kecamatan Abung Barat, Lampung Utara (Lampura). Dilanjutkan Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) Lampura selama empat tahun.

Lalu PGAN Tanjungkarang selama enam tahun, sarjana muda Fakultas Tarbiyah IAIN Raden Intan, dan magister Program Pascasarjana (Pps) IAIN Raden Intan. Sejak 2012, dia meneruskan Program Doktor (S3) Pps Raden Intan Lampung dan selesai 2015.

Erjati pun telah memiliki pengalaman panjang sejak diangkat menjadi pegawai negeri sipil (PNS) pada 1980. Diantaranya sebagai pemegang tanda Satya Lencana Karya Sastra dan tanda penghargaan Lencana Pancawarsa III. Ia juga pernah menjadi guru teladan III tingkat provinsi Lampung dan kepala madrasah teladan I tingkat provinsi.

Bahkan, berkat dedikasi tingginya terhadap dunia pendidikan, Erjati dipercaya menjabat sebagai kepala madrasah hingga 30 tahun.

Yakni kepala Madrasah Ibtidaiyah Islamiyah (MII) Pidada, Panjang, Bandarlampung pada 1980, kepala Madsarah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Panjang pada 1986, dan Kepala MIN 1 Tanjungkarang pada 1993. Selanjutnya, kepala Mtsn Liwa (2003), kepala (Mtsn) 1 Kotabumi (2005), dan kepala Mtsn 1 Bandarlampung (2012-sekarang).

Dengan ilmu yang dimiliki tersebut, Erjati akan terus meningkatkan kualitas madrasah yang dipimpinnya tersebut. Ini sesuai dengan isi disertasinya, yakni pemimpin memiliki pengaruh terhadap kinerja guru, iklim organisasi, motivasi guru, dan kompetensi guru.

”Kemajuan madrasah terletak pada pimpinan. Jika iklim positif di madrasah telah dibangun, maka dapat mewujudkan madrasah yang ideal dan berkualitas. Seperti antara guru dan siswa, guru dan orang tua, serta sesama guru serta guru dan pimpinan,” kata Erjati.

Kehebatan kepemimpinannya di madrasah pun tak bisa dilepaskan dari Hj. Maswidah, S.Pd.I., M.M.Pd, yang tak lain adalah istrinya. Sosok perempuan itulah yang selalu berada di belakangnya. Dengan kesetiaan tulus serta pengorbanan ikhlas, ia selalu mendukung di balik layar kepemimpinan Erjati. Sehingga, Erjati tetap tegar dalam menghadapi berbagai masalah.

(Sumber: http://www.radarlampung.co.id)


Fitur News