Mendidik siswa bukan hanya sekedar proses pentransferan ilmu, tapi dibutuhkan juga unsur keteladanan seorang pendidik. Hal inilah yang diterapkan Kelik Listiono. 

WAKTU baru menunjukkan pukul 09.10 WIB, suasana hening terasa di Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 1 Pekalongan. Semua siswa tengah sibuk dalam proses pembelajaran di kelasnya masing-masing. Dari dalam salah satu kelas, terdengar para siswa tengah melantunan ayat-ayat Alquran dengan merdu. Ya, di dalam kelas itulah, guru mapel Quran Hadits, Kelik Listiono tengah mengajar.

Beberapa menit telah berlalu. Bel istirahat pun berbunyi. Namun, waktu istirahat itu Kelik manfaatkan untuk melakukan ibadah sholat dhuha di mushola madrasah bersama para muridnya. Begitulah keseharian Kelik Listiono, sosok yang dikenal sederhana, namun memiliki segudang prestasi.

Baru-baru ini, pria kelahiran Semarang, 23 Maret 1972 tersebut, berhasil meraih juara 1 dalam ajang Lomba Guru dan Kepala Sekolah Berprestasi tingkat MA se Kabupaten Pekalongan Tahun 2014. Atas prestasi tersebut, ia ditunjuk untuk mewakili Kabupaten Pekalongan dalam ajang serupa di tingkat Provinsi Jawa Tengah, dan ia berhasil menyabet juara 3.

Kelik juga pernah aktif dalam penyusunan buku pelajaran Quran Hadits di tingkat Jawa Tengah. Sejumlah prestasi yang telah ia toreh, mengantarkan dirinya menerima beasiswa untuk melanjutkan studi S2 pada tahun 2009. Bahkan saat ini, ia tengah melanjutkan pendidikan program doktor di Studi Islam IAIN Walisongo Semarang. Tak heran, ia terpilih menjadi guru terbaik versi Radar Pekalongan tahun 2012.

Mendapat kesempatan berbincang-bincang dengan Kelik di sela-sela waktu istirahatnya, menjadi sebuah momen istimewa saat itu. Ia mengatakan, kalau seseorang ingin pintar, maka mengajarlah.

“Guru saya dulu pernah berpesan, ‘mau jadi siapapun awakmu, jangan berhenti mengajar!’, pesan itu saya pegang hingga kini, dimanapun dan siapapun, mengajarlah,” ungkapnya, sembari tersenyum ramah.

Di ruang tamu kantor MAN 1 Pekalongan, warga Kelurahan Yosorejo Kecamatan, Pekalongan Selatan, Kota Pekalongan itu memberikan beberapa tips bagaimana dalam mengajar dan mendidik para siswa dengan baik. Menurutnya, suasana menyenangkan dalam kelas sangat penting ketika proses pembelajaran berlangsung. “Membangun suasana menyenangkan, maka tujuan pembelajaran akan mudah tercapai. Kita harus bisa membangun perasaan murid supaya senang belajar, dan guru senang mengajar. Mulai dari rumah, kita mantapkan niat untuk memberikan ilmu kepada siswa,” terangnya.

“Diterapkannya kurikulum 2013, itu sangat baik untuk para siswa. Karena, kita dituntut tidak hanya untuk memberikan materi saja, tapi juga membangun karakter para siswa. Disini peran keteladanan seorang guru sangatlah penting,” tandasnya.

Semoga diluar sana, banyak sosok yang mampu mengajar dengan niat hati nan suci. Sehingga siswa pun akan memiliki budi pekerti yang baik dan semakin pandai. (Sumber: www.radarpekalonganonline.com)


Fitur News