21 Siswa Madrasah Berjaya di Olimpiade Sains Nasional

Puluhan siswa Madrasah telah menorehkan prestasiny dalam ajang Olimpiade Sains Nasional (OSN) XII yang digelar di Bandung, Jawa Barat beberapa waktu lalu.

 Empat siswa madrasah berasal dari Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC) Serpong, MAN IC Gorontalo dan MAN 3 Malang meraih medali emas di tiga bidang keilmuan dan mampu bersaing dengan siswa dari SMA unggulan se Indonesia.

"Semoga prestasi ini  semakin mengharumkan nama madrasah di seluruh nusantara," ujar Direktur Pendidikan Madrasah, Nur Kholis ketika menerima 32 siswa berprestasi bersama pimpinan madrasah di Kementerian Agama (Kemenag), Senin (9/9).

Selain medali dalam OSN, beberapa siswa madrasah juga sukses menyabet 8 perak dan 9 perunggu di berbagai bidang keilmuan.

Keempat siswa yang berhasil memperoleh medali emas di Olimpiade Sains Nasional, adalah Satrio Wahyu F yang meraih medali emas di bidang Ekonomi dari MAN IC Serpong, M. Mahbub Syah siswa MAN 3 Malang yang meraih medali emas di bidang Geografi, Ahmad Humaidi siswa MAN IC Gorontalo meraih medali emas di bidang Fisika dan M. Fadhil Syafrizal Ghifariansyah siswa MAN IC Gorontalo yang meraih medali emas bidang Geografi 'the best' praktikum di Geografi.

"Nur Kholis, ini adalah bukti bahwa madrasah bisa menjadi lembaga pendidikan terdepan di Indonesia. Perolehan siswa madrasah dari MAN 3 Malang di OSN ini merupakan yang pertama kalinya.

Ini, kata dia, menunjukkan madrasah diluar MAN IC juga mampu meraih medali dan kualitasnya bisa menyangingi MAN IC atau sekolah umum sekalipun.

Prestasi siswa ketiga madrasah di OSN ini juga ditorehkan 17 siswa madrasah lain. Di mana 8 siswa telah memperoleh medali perak dan sembilan berhasil memperoleh medali perunggu.

Bahkan, kata dia, ada siswa yang didaulat untuk menjadi 'the best praktikum bidang Geografi, Geosphere Kebumian, Multimedia dan Keplanetan.

Seluruh siswa madrasah yang berprastasi ini memiliki kelebihan lain, dalam kemampuan agama. Di antaranya kemampuan hafidz Quran dan amalan ibadah lainnya.

"Ini yang membedakan kualitas siswa berprestasi dari madrasah dengan sekolah umum," katanya menegaskan. 

Salah satu siswa madrasah berprestasi tersebut, Satrio Wahyu F. mengatakan, secara kualitas ia merasakan tidak ada perbedaan hasil pembelajaran di madrasah dengan siswa lain yang belajar di sekolah umum.

Ini terlihat bagaimana ia dengan sangat gampang mengalahkan beberapa siswa sekolah umum unggulan lain dalam OSN. "Saya merasa belajar di MAN ini juga sangat efektif dalam prestasi," ujarnya.

Bahkan ia dan beberapa siswa MAN IC lainnya, dianggap sudah menjadi lawan terberat dalam ajang olimpiade sains tingkat nasional ini. "Sekarang mereka (siswa sekolah umum.red) sudah paham MAN juga saingan terberat," katanya menegaskan. 

OSN yang diselenggarakan setiap tahun ini, merupakan rangkaian seleksi untuk mendapatkan siswa-siswa berprestasi  dari seluruh Indonesia, mereka akan diikutsertakan dalam kompetisi olimpiade-olimpiade tingkat internasional.