Dalang Cilik dari Gunungkidul Siap Beraksi di Amerika Serikat

Gymna Cahyo Nugroho tidak pernah menyangka bahwa dirinya tidak hanya menjadi dalang dalam sebuah pertunjukkan yang digelar di sekolah atau rasulan di desa, melainkan di Amerika Serikat. Siapa Gymna?

Siswa Kelas V SD Muhammadiyah Al Mujahidin kelahiran Mataram, Nusa Tenggara Barat 14 Februari 2004 silam ini, merupakan dalang cilik pertama di Indonesia yang akan tampil di Amerika Serikat.

Bukan tanpa kisah, Gymna bisa mendapat kesempatan menjadi undangan, untuk tampil di hadapan tamu-tamu Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Washington DC dan Konsulat Jenderal di New York pada 25 Juli 2015 mendatang.

Awalnya, setiap kali Gymna tampil menjadi dalang, baik dalam kegiatan sekolah maupun lomba-lomba, dan kegiatan bersih desa atau rasulan, sang ayah merekam aksinya dan mengunggahnya ke youtube. Hingga kemudian seorang yang mengaku dari pihak KBRI mengontak ayah Gymna lewat alamat yang tertera dalam video.

Si kecil warga Mulyosari RT 5 RW 06 Baleharjo, Wonosari itu, pada Senin (29/6/2015) mengatakan, ia akan unjuk kebolehan bersama atlet cilik Indonesia, yang  juga bertanding di Special Olympics World Summer Games 2015 di Los Angeles.

Ia mulai tertarik dengan wayang sejak usia satu tahun. Melihat bakatnya, orang tua Gymna memasukkannya memperdalam ilmu mendalang ke Sanggar Pengilasan, Wiladeg. Putra pasangan Teguh Siswanto dan Wahida Asroni ini tak berhenti hanya belajar di sanggar. Di rumah, ia banyak meniru suara kaset yang berisi aksi para pedalang senior. Ia sendiri paling suka dengan penampilan dalang Bayuaji dan Hadi Sugito.

“Seneng bisa ke luar negeri, tadinya waktu kelas tiga, sempat kepikiran baru akan ke luar negeri nanti kelas SMP atau SMA, tidak menyangka kelas lima sudah ke luar negeri karena mendalang,” ungkap Gymna dengan bibir tersenyum dan tubuh yang tak hentinya bergerak.

Ia tidak menampik saat orangtuanya mengatakan bahwa ketika ada tamu datang ke rumah, Gymna justru semakin bersemangat dan mendalang di hadapan tamu. Menurutnya, itu akan membangun kepercayaan diri.

Di Amerika, ia akan mendalang kisah biografi Gatotkaca yang dikenal dengan Banjaran Gatotkaca. Isi ceritanya, mulai Gatotkaca lahir hingga tewas. Ia akan mendalang menggunakan bahasa Jawa, di hadapan tamu KBRI, warga Amerika dan sejumlah undangan lainnya.

Salah satu pengajar Gymna di sanggar dalang, Slamet menyebut bahwa Gymna memiliki kelebihan tersendiri. Di mata Slamet, Gymna adalah anak yang selalu bersemangat, pembelajar dan memiliki rasa tanggung jawab yang besar. Tak hanya itu, ia juga memiliki daya kreativitas yang baik.

“Gymna luar biasa, bahkan materi yang paling sulit bagi siswa, ia sudah menguasainya,” ucapnya.

Ke Amerika, Gymna akan berangkat bersama tim yang terdiri dari lima orang. Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Al Mujahidin Wonosari, Andar Jumailan menilai bahwa keberangkatan Gymna yang didukung oleh KBRI, Kemendikbud hingga Pemerintah Daerah Kabupaten Gunungkidul, menjadi salah satu apresiasi terhadap prestasi Gymna. Dan pihak sekolah amat berterima kasih dan bersyukur.

“Namun support bagi pengembangan budaya, khususnya menumbuh kembangkan potensi anak, memang masih belum banyak tergarap. Padahal perlu juga ditumbuhkan dari bawah dan sejak dini,” terangnya. (Sumber: http://jogja.solopos.com/)