Mahdi Idris, Guru Yang Sastrawan

Mahdi Idris, staf pengajar di Pesantren Terpadu Ruhul Islam Tanah Luas, Matangkuli, Aceh Utara, terpilih sebagai juara I lomba cipta cerita pendek (cerpen) berbahasa Aceh yang dilaksanakan Pusat Studi Bahasa Daerah Aceh (Pusbada) Unsyiah, Banda Aceh. Mahdi menulis cerpen berjudul Badee Cot Uroe Timang.

 

Mahdi Idris merupakan contoh nyata dari seorang guru yang menggunakan tulisan sebagai media pembebasan. Delapan tahun mengajar sebagai guru agama tanpa honor dan status kepegawaian yang jelas, membawa diri Mahdi pada kondisi yang sulit. Ia merasa nasibnya tidak diperhatikan dan ia frustrasi. Rasa kecewa dan frustrasi tersebut ia tuangkan dalam bentuk puisi sebanyak 200 buah yang dihasilkan selama satu tahun. Karya itulah yang menjadi awal dari lahirnya berbagai karya bernas lainyang membawa nama Mahdi Idris sebagai sastrawan terkemuka Aceh.

Ia pernah meraih juara II lomba naskah puisi Puskurbuk Kemdikbud pada 2011. Ia pun telah menerbitkan empat buah buku karya tunggal (berupa puisi, cerpen, dan novel). Dan yang terbaru, adalah salah satu puisinya berhasil masuk ke dalam buku Kumpulan Puisi Secangkir Kopi yang berisi karya sastrawan dari enam negara dan Mahdi Idris menjadi salah satu dari dua perwakilan Indonesia.