Kelompok Sebaya (Peer Group)

Dalam istilah sosiologi, kelompok bermain disebut juga dengan peer group. Pada usia anak-anak, kelompok bermain mancakup teman-teman tetangga, keluarga, dan kerabat. Dalam teman sebaya tersebut memiliki 4 ciri - ciri, yaitu

    Terdiri dari 2 orang atau lebih
  1. Saling memberitahu atau mengajari antar orang
  2. Dipengaruhi oleh faktor lingkungan sekitar
  3. Semua orang tersebut adalah teman dekat atau sudah akrab

Pada usia remaja, kelompok sepermainan berkembang menjadi kelompok persahabatan yang lebih luas. Perkembangan itu antara lain disebagbkan karena bertambahnya luasnya ruang lingkup pergaulan remaja, baik di sekolah maupun di luar sekolah. Teman dan persahabatan merupakan pengelompokan sosial yang melibatkan orang-orang yang berhubungan relatif akrab satu sama lain.

Peranan positif kelompok persahabatan bagi perkembangan kepribadian anak, antara lain sebagai berikut:

  1. Rasa aman dan rasa dianggap penting dalam kelompok akan sangat berguna bagi perkembangan jiwa anak.
  2. Remaja mendapat tempat yang baik bagi penyaluran rasa kecewa, takut, khawatir, gembira, dan sebagainya yang mungkin tidak didapatkan di rumah.
  3. Melalui interaksi dalam kelompok, remaja dapat mengembangkan berbagai keterampilan sosial yang berguna bagi kehidupannya kelak.
  4. Pada umumnya, kelompok persahabatan mempunyai pola perilaku dan kaidah-kaidah tertentu yang mendorong remaja untuk bersikap lebih dewasa.

Selain memberikan dampak positif, kelompok sosial ini juga dapat memberikan dampak negatif terhadap individu atau anggota kelompok. Pengaruh negatif itu diantaranya:

  1. Pembentukan kelompok sosial yang terjadi karena adanya kesamaan kepribadian dan kepentingan akan menimbulkan eksklusifisme kelompok.
  2. Penyimpangan tata nilai dan norma yang dianut oleh anggota kelompok.

Di antara kelompok persahabatan, adakalanya terbentuk suatu kelompok remaja yang dikenal dengan sebutan geng. Tak jarang antara satu geng yang satu dengan yang lain terjadi persaingan sehingga berlanjut dengan perkelahian atau tawuran. Bahkan, ada juga geng yang terlibat penggunaan narkoba. Oleh karena itu, tak heran jika geng sering dikonotasikan sebagai kelompok persahabatan yang negatif. Akan tetapi, ada juga geng yang dapat mengembangkan dasar-dasar kepribadian yang sifatnya positif bagi anggotanya, yaitu sebagai berikut:

  1. Mengembangkan ketrampilan berorganisasi dan kepemimpinan.
  2. Menumbuhkan rasa kesetiakawanan sosial.
  3. Rela berkorban untuk sesama anggota kelompok sehingga timbul rasa solidaritas.
  4. Menyalurkan semangat patriotisme.

Geng adalah kelompok remaja yang terkenal karena kesamaan latar belakang sosial, sekolah, daerah, dan sebagainya. Klik adalah kelompok kecil tanpa struktur formal yang mempunyai pandangan atau kepentingan bersama.

(Sumber: http://hedisasrawan.blogspot.com/2013/05/6-macam-media-sosialisasi.html)