Mana yang Lebih Efektif, Hukuman atau Penghargaan pada Anak?

Pola asuh anak di era modern, memang telah banyak berubah. Saat ini kebanyakan orangtua menghindari hukuman bila anak nakal, dan menggantinya dengan bujukan atau pemberian hadiah.  

 

Menurut penelitian terbaru, ternyata yang memiliki kemampuan mengubah perilaku anak justru adalah sebuah hukuman bukan penghargaan atau pemberian hadiah. Para psikolog menemukan, bahwa menghukum saat anak melakukan kenakalan dengan memintanya belajar, tiga kali lebih efektif ketimbang membujuk sang anak. Para peneliti mengklaim bahwa penemuan ini dapat membatu para guru dan orangtua untuk memperlakukan anak didik mereka.

Penelitian yang dimuat dalam jurnal Cognition ini melakukan eksperimen sederhana dengan menyuruh siswa mendengarkan sebuah bunyi. Jika benar akan diberi imbalan sejumlah uang, namun jika salah uang tersebut akan ditarik kembali. Hasilnya, jika diberi uang maka siswa akan terus mengulang pilihan sebelumnya. Namun ketika siswa dihukum, dengan ditarik uang yang diberi, maka mereka akan menghindari pilihan yang dibuat sebelumnya. 

Hal tersebut menunjukan bahwa penghargaan sebenarnya dapat mengubah sikap anak. Namun tergantung dari besaran jumlah dari hadiah atau penghargaan yang ditawarkan. Sedangkan sebuah hukuman, lebih memiliki efek yang lebih besar untuk mengubah perilaku anak.

Dr. Jan Kubanek, neurobiologist dari Washington University's School of Medicine yang melakukan penelitian mengungkapkan, "Semua tergantung dari strategi pengajaran. Penelitian kami menunjukan bahwa umpan balik yang negatif lebih efektif ketimbang yang positif untuk mengubah perilaku. Hukuman tak perlu terlalu keras. Karena reaksi yang muncul akan sama persis dari umpan balik yang negatif," ujar Dr. Kubanek.

"Dari sudut pandang evolusi, banyak orang yang menghindari hukuman atau situasi berbahaya. Di sisi lain, penghargaan hanya memberikan efek yang sedikit pada kehidupan," tambahnya lagi. (Sumber: Kompas.com)