Al Quran dan Jalan Tol

Menjelang Pintu Tol Dalam Kota Ruas Pondok Gede-Halim, papan penunjuk mengabarkan ruas Halim-Pancoran lancar. Beberapa meter sebelum pintu tol, jalan terbelah dua. Ke kiri ke arah Halim yaitu keluar tol. Ke arah kanan, ke arah pintu tol dalam kota.

Lalu lintas yang ke arah pintu tol lancar sampai pintu tol, sedangkan yang ke arah keluar tol lumayan macet.

Melihat kondisi lalu lintas tersbut, Kang Bejo mengarahkan mobilnya ke jalan tol dalam kota. Namun, ternyata selepas gerbang tol, lalu lintas macet. Kendaraaan hanya beringsut meter demi meter. Sudah hampir setengah jam, Kang Bejo hanya berhasil maju beberapa ratus meter semenjak gerbang tol.

Tiba-tiba smart-phonenya berbunyi, menandakan ada pesan Whatapp masuk dari grup. Pesan itu panjang lebar dari "Ustadz" grup yang berisi tausyiah yang menyitir banyak ayat. Kang Bejo biasanya malas membacanya, karena isinya begitu-begitu saja.

Entah mengapa, mungkin karena terkena macet, Kang Bejo bersedia menyusuri kalimat demi kalimat tausyiah tersebut. Sampailah pada sebuah paragraf yang diberi judul dengan huruf besar (kapital) : KENAPA AKU TAK MENDAPATKAN YANG AKU INGINKAN?

Paragraf berikutnya adalah jawabannnya."Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu padahal dia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui" (Al-Baqarah:216).

Kang Bejo tersenyum dalam hari. Inilah bukti bahwa Al-Quran itu cocok untuk segala jaman, sampai kapanpun. Al-Quran cocok untuk segala situasi kehidupan, apapun situasinya. Tak terbayangkan, sebuah ayat Al-Quran bisa "match" dengan situasi lalu lintas yang terjadi belasan abad semenjak Al-Quran diwahyukan.

Kang Bejo membenci kemacetan yang terjadi di jalur ke arah keluar, dan menyukai jalur tol yang lancar.

Kemacetan itu teryata berujung kelancaran, karena selepas lampu merah Halim, lalu lintas jauh lebih lancar dibandingkan dengan yang di tol dalam kota. Sebaliknya, jalan tol yang semula lancar menjelang gerbang, ternyata macat parah selepasnya. (ISN)