Kang Bejo

Gerobak Pemulung

Di depan rumah Kang Bejo ada sebidang tanah yang cukup luas. Di dalamnya terdapat pohon mangga yang besar. Hampir setiap hari beberapa gerobak pemulung parkir di bawah pohon tersebut. Para pemulung kemudian meninggalkan gerobak-gerobak tersebut.

Kang Bejo Menawar Shalat

Kang Bejo hari itu ada meeting di Yogyakarta, berangkat dengan pesawat pukul 6 pagi. Dari rumahnya ke bandara Soekarno-Hatta memerlukan waktu 2 hingga 2.5 jam, sehingga Kang Bejo sudah harus bangun pukul 3 dini hari.

Missed Call Vs Adzan

Dering telepon seluler membuyarkan kekhusukan sholat Kang Bejo. Saat itu, dia sedang menunggu telepon dari sekretaris direktur sebuah BUMN yang akan mengabari kapan dan dimana pertemuan dengan direktur akan dilaksanakan.

Al Quran dan Jalan Tol

Menjelang Pintu Tol Dalam Kota Ruas Pondok Gede-Halim, papan penunjuk mengabarkan ruas Halim-Pancoran lancar. Beberapa meter sebelum pintu tol, jalan terbelah dua. Ke kiri ke arah Halim yaitu keluar tol. Ke arah kanan, ke arah pintu tol dalam kota.

Kuburan

Siang itu Kang Bejo mengantarkan jenazah ke kuburan di Jalan Casablanka Jakarta Selatan.  Di jalan antara dua blok pemakaman ada seorang laki tua yang mendorong gerobak minuman dalam kemasan. Kang Bejo membeli sebotol minuman dan dengan cepat menengguknya hingga habis.  Setelah membayar, Kang Bejo merasakan ada pikiran yang mengusiknya ihwal rejeki. 

Al-Quran Yang Tercabik

Di bagian samping rumah Kang Bejo ada satu pendopo yang sekaligus digunakan sebagai musholla keluarga. Di sudut depan kiri ada sebuah perangkat kayu yang berfungsi sebagai penyangga Al-Quran.