Kenyataan di sekolah hasil belajar matematika rendah karena sebagian besar siswa kurang antusias, takut dan ketidakmampuan guru menciptakan situasi dan kondisi yang membawa siswa tertarik pada matematika.

Hal ini mengindikasikan ada sesuatu yang salah dan belum optimal dalam pembelajaran matematika. Pada dasarnya siswa sangat membutuhkan pembelajaran yang menarik, menantang, inovatif, dan menyenangkan. Perlunya usaha perbaikan proses pembelajaran melalui upaya pemilihan model pembelajaran yang tepat dan inovatif dalam pembelajaran matematika. Model pembelajaran yang diduga dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses dan hasil belajar adalah model Pembelajaran Berbasis Masalah dengan strategi konflik kognitif. Strategi ini dapat meningkatkan keaktifan siswa di kelas secara berarti. Desain instruksional konflik kognitif memerlukan persiapan yang matang, hal ini terkait dengan konsep, tingkat kematangan berpikir subjek didik, konteks lingkungan dan fasilitas yang tersedia. Selengkapnya dapat diunduh disini.

(Sumber: http://digilib.unimed.ac.id)


Fitur News