Kementerian Agama (Kemenag) berkeinginan untuk meningkatkan kualitas dosen-dosen di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam melalui program 5.000 doktor. Untuk mencapai target itu hingga tahun 2019, Kemenag menjalin kerjasama dengan sejumlah kampus baik di dalam negeri dan luar negeri, seperti Universitas Canberra.

 

"Jadi ini kerjasama dengan salah satu perguruan tinggi di Australia. Australia adalah salah satu target dalam rangka untuk mengirim dosen-dosen kita ke luar negeri," ujar Dirjen Pendidikan Islam Kemenag Kammarudin Amin di kantornya, Jl Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, Senin (23/5/2016).

Dalam acara ini, Kammarudin dan Wakil Rektor Universitas Canberra Prof Frances Shannon menandatangani Memorandum of Agreement (MoA) sebagai bentuk komitmen kerjasama. Kammarudin menjelaskan, beasiswa ini nantinya bukan hanya untuk program studi keagamaan dan studi Islami, melainkan juga program studi lainnya seperti sistem informasi, arsitek, kedokteran, keperawatan, dan lain-lain. 

"Yang menarik dari MoU ini adalah mereka (Universitas Canberra) akan membantu kita mempersiapkan calon doktor atau Phd, misalnya mereka akan membantu kita ketika kita mengirim calon doktor kita yang Ielts-nya 6, dia nanti yang membantu mempersiapkan bahasa inggrisnya. Jadi orang yang kita kirim walaupun Ielts-nya 6 sudah bisa dikirim, nanti mereka disana di gembleng lagi bahasa inggrisnya dan itu semua dibiayai Universitas Canberra, itu salah satu point dari MoU," kata Kammarudin. 

Kuota mahasiswa doktor yang akan diterima untuk 5 orang, tetapi ia menyebut kerjasama dengan kampus lain di Australia masih terus dilakukan. Kemenag tidak hanya bekerjasama dengan Australia untuk mencapai target program 5.000 doktor tersebut, tetapi juga ada beberapa negara seperti Eropa, Timur Tengah, Arab Saudi, Maroko, Turki dan Jepang.

Program ini berupa bantuan beasiswa S3 bagi dosen dan tenaga pendidikan di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI). Beasiswa ini diberikan untuk program studi di luar negeri dan juga di dalam negeri, setiap tahun sebanyak 1000 orang ditargetkan menerima beasiswa 5.000 doktor ini. Program ini ini telah dipertimbangkan dan dirancang berdasarkan pemetaan dosen dan analisis kebutuhan untuk pengembangan kualitas perguruan tinggi keagamaan Islam (PTKI).

"Program 5.000 doktor akan meng-cover 25 persen (mahasiswa) ke luar negeri, jadi 75 persen di dalam negeri. Kami menyiapkan tahun ini 250 orang untuk ke luar negeri, dalam negeri 750 orang untuk tahun ini," ujar Kammarudin.


Fitur News