Inovasi, Improvisasi dan Pembelajaran.. adalah suatu kata yang tak asing di telinga kita, kata-kata inovasi sering kali menghiasi media cetak, elektronik dan dunia perbukuan di Indonesia, begitupun kata improvisasi sangat akrab di telinga musisi ataupun aktor serta para sutradara.

Oleh: Harli Trisdiono, SE. M.M
Keterampilan membaca pemahaman diperlukan dalam pencapaian kompetensi siswa pada setiap mata pelajaran. Siswa yang terampil dalam membaca pemahaman akan lebih mudah dalam menguasai materi pembelajaran.

Otak kita ibarat mesin perekam yang mempunyai “keterbatasan”. Oleh sebab itu, bila terlalu banyak informasi yang masuk, apalagi tidak teratur, maka jika sewaktu – waktu kita ingin “memanggil” akhirnya akan kesulitan.

Oleh: Dyah Anggraini P.
Peranan sastra untuk pelajar sangat penting dengan alasan bahwa sastra dapat meningkatkan kemampuan intelektual, serta kematangan emosional dan sosial, menumbuhkan nasionalisme, memacu kreativitas untuk berkarya menulis sastra, dan mengajarkan kesantunan pada pelajar, menghargai dan bangga menggunakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa negara.

Seorang guru sama sekali tidak bisa mengabaikan kondisi siswanya saat berada di ruang kelas. Peran fasilitator dari guru membuat guru harus melakukan langkah-langkah tertentu agar proses pembelajaran mempunyai timbal balik (feedback). Artinya, bagaimana membuat siswa juga terlihat aktif di kelas.

Anak-anak selalu suka mendengar cerita dongeng, baik yang diceritakan langsung oleh pendongeng perofesional, maupun guru mereka disekolah, bahkan anda pun bisa jadi pendongeng bagi anak anda.